Pages

Rabu, 21 April 2010

HIDUP

Kita hidup bukan untuk mencari kebahagiaan, tapi untuk membuat orang bahagia.
Membuat orang lain bahagia itu diminta kesediaan untuk mendengarkan, memahami,
merasakan, dan mengakui dirinya sebagai pribadi yang bernilai dan berarti bagi hidupmu!

Hidup tidak untuk mencari kenyamanan, melainkan jadikanlah kehadiranmu itu membuat
orang lain nyaman! Orang merasa nyaman bukan karena diberi uang saja tetapi karena
ia merasa tidak dihakimi dan dinilai menurut kacamata kita. Ia nyaman karena ia diberi
kesempatan untuk meminjam telingamu agar curahan hatinya terungkapkan pada dirimu!

Hidup tidak untuk mencari kepastian, melainkan berikanlah selalu kepastian saat orang
membutuhkan pelayananmu. Orang yang membutuhkan pelayanan itu biasanya bingung
dan gelisah, karena ia berada dalam situasi krisis. Karena itu janganlah ragu-ragu untuk
bertanya, “Apakah yang bisa kubantu agar engkau bisa lega lagi?”

Hidup tidak untuk mencari sekedar kehangatan yang menghibur pada saat kesepian.
Namun jadikanlah dirimu orang yang hangat dengan lebih suka menyapa orang lain
daripada disapa, juga kalau orang yang engkau sapa adalah orang orang yang paling
tidak menyenangkan sekalipun!

Hidup itu tidak usah kembali ke masa lalu, dan ingin mengulang kisah kasih yang pernah
terajut dimasa lalu, namun hidup itu kenangan akan cinta Tuhan, agar kita tidak ragu-ragu
menatap dan melangkah dimasa depan meski ada banyak ketidakpastian.



Hidup itu tidak usah mencari kekayaan sebanyak mungkin, melainkan jadikanlah orang lain
menjadi sejahtera, dan engkau sungguh menjadi orang yang hidupnya “kaya”!

Hidup itu tidak usah mencari pujian, penghormatan, penghargaan, atau ucapan
terima kasih sekalipun. Akan tetapi janganlah engkau lupa menghargai jerih payah
orang yang bekerja demi kepentinganmu, juga kalau pekerjaan mereka sangat
sepele sekalipun. Hidup itu tidak usah menyelesaikan masalah sampai tuntas,
karena masalah itu ibarat kita masuk sebuah pintu rumah, tetapi kita akan mendapatkan
3 pintu yang mesti kita buka lagi. Karena itu masalah adalah tanda tanda yang jelas
yang menunjukkan titik tolak kita untuk menemukan peluang berkembang.

Hidup itu tidak usah kuatir akan ketidakpastian masa depanmu, tetapi lihat dan
rasakanlah dalam ketidakpastian engkau diberi kesempatan untuk “bersyukur”
kepada Tuhan, yakni mengakui keterbatasanmu sebagai manusia yang tidak mampu
menguasai hidupmu sendiri, disisi lain ditantang untuk mengakui betapa Tuhan itu mau
hadir dan terlibat dalam diri kita. Apakah kita mau mengundang Tuhan terlibat?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...