Pages

Kamis, 22 Juli 2010

Menjaga Kinerja dan Umur Harddisk

Ingin harddisk Anda tetap sehat dan bekerja secara maksimal? Ada banyak cara untuk mewujudkannya. Semua bisa Anda simak di bawah ini.

Biasakanlah untuk melakukan defragmentasi sektor pada harddisk untuk mngurutkan letak data yang tersimpan di dalamnya. Gunakan peranti pendukung, misalnya Disk Defragmenter pada sistem operasi Windows. Peranti ini bisa diakses melalui menu [Start]>[All Programs]>[Accessories]>[System Tools]>[Disk Defragmenter].

Periksa kondisi fisik harddisk menggunakan fasilitas Scan Disk. Klik kanan pada partisi harddisk yang terlihat pada aplikasi Windows Explorer, lalu pilih [Properties]dan buka tab [Tools]. Setelah itu, klik [Check Now].

Sisakan ruang kosong pada harddisk minimal 10 persen dari total kapasitasnya untuk menyediakan ruang napas bagi harddisk. Dengan demikian, harddisk bisa bekerja dengan baik.

Bersihkan semua file yang bersifat sementara, misalnya pada C:\Windows\Documents and Setting, lalu klik menu [Tools]>[Folder Options] pada browser explorer. Buka tab [View], berilah tanda cek pada [Show hidden files and folders]. Lanjutkan akses ke folder Documents and Settings\Nama User\Local Settings\Temporary Internet Files dan Temp.

Hapuslah kedua isi folder tersebut. Ingat, jangan sampai Anda salah mengahpus data. Jangan sekali-kali menghapus file 0kb secara manual, karena bisa-bisa sistem Anda tidak mau booting.

Usahakan agar voltase listrik di rumah Anda konstan untuk komputer dan tersedia cadangan daya yang cukup untuk keperluan shut down menggunakan prosedur semestiya jika sewaktu-waktu aliran listrik terputus. Untuk itu, kalau bisa gunakan UPS (Uninterruptible Power Supply) di rumah Anda.

Panas yang berlebihan akibat putaran piringan harddisk merupakan salah satu musuh utama harddisk. Oleh karena itu, manfaatkan fasilitas hibernasi dan sleep. Pada Windows, fasilitas tersebut bisa diakses melalui [Control Panel]>[Display]. Klik tab [Screen Saver], kemudian klik tombol [Power] dan atur konfigurasi hibernasi dan sleep.

Kedua mode ini akan memperlambat putaran piringaan harddisk, mengurangi kerja head, dan mengurangi pasokan daya listrik ke harddisk saat komputer tidak digunakan. Bisa juga menggunakan harddisk yang memang mengeluarkan sedikit panas saat bekerja.

Atur aliran udara {ventilasi) dalam rangka komputer. Ringkaslah dan posisikan kabel supaya supaya tidak menghalangi ventilasi udara. Jika perlu, berikan kipas tabahan yang mengarah pada harddisk untuk mendinginkannya. Jika menggunakan lebih dari satu harddisk, jangan menyusunnya terlalu dekat dalam satu tumpukan.

Panas dari punggung satu harddisk akan memancar ke permukaan harddisk yang lain.Jika harddisk Anda mendukung SMART (Self Monitoring Analysis & Reporting Technology), aktifkan lewat BIOS. Fasilitas ini bisa mendeteksi kondisi harddisk secara berkala dan memberikan peringatan beberapa hari sebelum harddisk rusak. Segera pindahkan dan selamatkan isi harddisk yang penting jika muncul peringatan dari SMART.

Membuat beberapa partisi pada harddisk untuk memisahkan tempat penyimpanan sistem operasi dan data kerja. Jadi, sewaktu-waktu Anda harus mengistal ulang sistem operasi, Anda tidak perlu khawatir akan keselamatan data kerja Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...