Pages

Selasa, 27 Juli 2010

Indonesia Negara Facebooker No.1 Asia


Facebook memang luar biasa. Kehadirannya sungguh fenomenal, hanya dalam waktu 5 tahun penggunanya sudah mencapai 225 juta (baca : Riwayat singkat Facebook). Perkembangan facebook Indonesia tak kalah luar biasanya. Dilansir dari www.checkfacebook.com Indonesia adalah Negara tertinggi di Asia, mengalahkan negara-negara seperti Jepang, China, Malaysia dan Singapura dalam total penggunanya dan peringkat 7 dunia.

Sebenarnya apa sih yang membuat facebook begitu fenomenal? Apakah karena kita bisa ketemu dengan sohib-sohib lama? Upload dan tag foto? Atau game dan aplikasinya yang semakin banyak? Apa pun itu pastinya sangat adiktif sehingga mampu membius kita untuk duduk berjam-jam di depan komputer. Tercatat 6.5 juta orang Indonesia sudah mempunyai akun di facebook dan terus bertambah. Indonesia pun menduduki peringkat 2 dalam kategori pertumbuhan paling pesat di dunia. Masalah yang kini timbul adalah koneksi internet yang naik turun.

Paling malas memang kalau sedang download atau upload foto musti menunggu berjam-jam atau mau main game favorit loading masuknya saja lama sekali. Ada produk baru yang cukup direkomedasikan oleh para pengguna internet, karena bisa download hingga 3.1 Mbps dan upload hingga 1.8 Mbps. Produk baru dari Smart ini harganya juga relatif murah. Rp 225 ribu/bulan sudah bisa internet unlimited dan dapat modem USB. Kini tiada hari tanpa update status atau komentar di ‘wall’. Mungkin besok Indonesia bisa jadi peringkat 1 dunia?

Sejak Januari 2009 penguna Facebook (FB) di Indonesia telah melampaui Friendster (lihat: http://trends.google.com/). Luar Biasa bukan? Saat ini jumlah pengguna FB di Indonesia mencapai lebih dari 1,4 juta anggota. Dan terus bertambah dari hari ke hari. Bagaimana tidak bertambah , bila setiap pengguna FB di Indonesia terus mendorong teman-temannya untuk menggunakan situs jejaring sosial yang cukup fenomenal ini. Seperti yang saya lakukan terhadap teman-teman kantor. Saya push mereka untuk mengunakan FB. Akhirnya sekarang mereka jadi Facebooker (baca: orang yang ketagihan FB). Bayangkan bila disetiap kantor yang ada di Jakarta, ada orang seperti saya. Pasti anggota FB bertambah puluhan bahkan ratusan orang setiap harinya.

Belum lagi pemberitaan di berbagai media massa yang terus menyorot secara positif tentang fenomena ini. Ini membuat nama FB menjadi semakin mencuat di berbagai kalangan masyarakat. Dan orang-orang yang belum terkena demam FB akan terus mencari tahu. Seperti snow ball effect, FB akhirnya menjadi bola jaringan raksasa di Indonesia.

Tapi tunggu dulu. Tiba-tiba saya seperti diingatkan oleh sesuatu saat membaca surat pembaca di kompas.com. Kira-kira bunyi suratnya seperti ini ” Belum pernah Kompas mengangkat fenomena Anti-FB sebagai gerakan yang kini juga terjadi di banyak negara, di Eropa, termasuk di Indonesia. FB sebagai temuan yang positif, kini bergeser menjadi gaya hidup asosial, pertemanan palsu, diskriminatif thdp non-FBer, dan narsis”

Surat ini cukup pedas. Tapi jangan diabaikan, karena, ternyata, ada suara lain terhadap fenomena FB. Paling tidak, surat ini mengingatkan saya, sebagai Facebooker, agar FB tidak menjadikan saya bergaya hidup asosial, pertemanan yang palsu, diskriminatif terhadap non Facebooker dan narsis. Bagi saya, pro-kontra terhadap kehadiran Facebook adalah hal biasa. Teknologi hanyalah sebuah alat. Yang harus kita pertanyakan; apakah alat ini mampu meningkat produktivitas kita sebagai manusia atau sebaliknya? Atau yang pertanyaan lebih mendasar; Apakah alat atau teknologi tersebut mampu membuat kita bahagia atau malah menyusahkan kita?. Jawaban ada ditangan para Facebooker.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...