Pages

Selasa, 02 Agustus 2011

Keadilan Bagi Manusia

Keadilan  adalah sebuah kondisi dimana terdapat kebenaran dan kesalahan secara setimbang (ideal) bagi segala pihak yang sedang membutuhkannya. Keadilan memiliki beberapa arti menurut beberapa teori dan pandangan hidup seseorang, hal itu dikarenakan pandangan hidup setiap manusia belumlah tentu sama antara satu dan lain. Sehingga definisi sebenarnya keadilan itu sendiri tidak jelas, jadi inti dari keadilan adalah meletakkan segala sesuatu pada tempatnya.


Keadilan Duniawi merupakan sebuah keadilan yang semu menurut beberapa pandangan orang, karena pada dunia keadilan yang dimaksudkan adalah keadilan yang memiliki beberapa aspek berbeda antara manusia satu dengan yang lainnya.

Sehingga kadang manusia merasa sangat terpuruk dalam lubang masalahnya, yang pada umumnya disebabkan menurut pandangannya keadilan yang diterimanya bukan keadilan yang sebenarnya walau menurut hukum atau peraturan yang berlaku itu merupakan keadilan yang mutlak.

Manusia merupakan makhluk yang sempurna jika dibandingkan makhluk-makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya, jadi mungkin dikarenakan itulah manusia memiliki pandangan akan keadilan itu sendiri berbeda-beda pada harfiahnya. Sehingga Manusia itu sendiri merasa dialah yang paling benar diantara keadaan-keadaan yang lain.

Manusia dan Penderitaannya

Kehidupan Manusia adalah jenis kehidupan yang cukup kompleks, kenapa bisa seperti itu. Hal itu dikarenakan manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna diantara makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya, dimana manusia memiliki banyak kelebihan dibandingkan hewan, tumbuhan dan lain.


Manusia memiliki hawa nafsu, memiliki pola pikir akan sesuatu, memiliki fisik yang lebih sempurna. Sehingga manusia mempunyai ambisi dan keinginan masing-masing untuk kehidupannya sendiri.

Karena Manusia pada dasarnya  mimiliki sifat-sifat diatas maka tentunya dalam mencapai tujuannya tersebut manusia memiliki visi dan misi masing-masing yang biasanya menggunakan kekuatan yang lebih besar untuk menindas yang dibawahnya. Maka hal seperti itulah yang kadang membuat manusia memberikan penderitaan kepada manusia lain yang didasari kesenjangan dari segala aspek, terutama dijaman sekarang ini aspek sosial paling menonjol.

Penderitaan yang terjadi pada manusia sangat berpengaruh terhadap kejiwaan dan keselarasan hidup dari manusia tersebut dan biasanya manusia lebih suka menyalahkan Tuhan yang menyebabkan segala penderitaan yang terjadi kepadanya sehingga ada yang menjauhkan diri dari Tuhan dan mengambil jalan keluar dengan bunuh diri.

Manusia dan Keindahan yang Ada

Keindahan merupakan sebuah  pernyataan terhadap sifat dan ciri dari sesuatu atau seseorang yang memberikan presepsi yang baik, bagus, atau kesenangan. Selain itu keindahan dapat diartikan pula sebagai sebuah keadaan yang enak untuk dipandang.


Keindahan juga dipelajari sebagai bagian dari beberapa ilmu pengetahuan dan juga budaya. Sebuah kecantikan juga mempunyai paramaeter ukuran, yang dimana akan berada tepat jika hal tersebut ideal.

Keindahan juga merupakan sebuah bentuk ukuran dari hal tertentu yang dimana tidaklah selalu bernilai sama antara orang yang satu dengan orang yang lainnya. Seperti pendapat tentang cara berpakaian orang yang berada didaerah barat sana merasa berpakaian terbuka dan hal seperti berciuman ditempat umum merupakan hal yang umum dan tidak tabu bahkan indah, tetapi berkebalikan dengan orang yang berada didaerah timur justru menganggap berpakaian dan berkelakuan seperti itu sangatlah kurang sopan dan tidak indah.

Dengan kata lain Manusia dengan Keindahan itu mempunyai hubungan relasi bahwa belum tentulah sama antara manusia dengan lain tentang berpendapat bagaimana keindahan itu terhadap sesuatu hal atau seseorang. Tetapi dengan adanya perbedaan tersebut kita harus bisa bertoleransi dengan bersikap dewasa.

Saling Mencintai

Pria dan Wanita yang belum pernah mencintai, tidak akan bisa menjadi dirinya sendiri. Cinta adalah kehidupan. Kehilangan cinta sama halnya dengan kehilangan kehidupan. Setiap hubungan yang terjalin antara kita dan orang lain mencerminkan hubungan kita dengan diri sendiri.


Mencintai diri sendiri adalah awal dari kisah sepanjang usia. Bukan penampilan yang akan membuat kita mencintai atau menyukai seseorang. Kebahagiaan tidak bisa datang dari luar, melainkan harus dari dalam. Kita adalah pahlawan dalam cerita kita sendiri Luka-luka psikis yang disebabkan oleh keyakinan bahwa diri kita buruk, akan meninggalkan bekas permanen pada kepribadian kita.

Cinta adalah menemukan diri sendiri di dalam diri orang lain, dan merasa bahagia dengan penemuan itu. Jatuh cinta sebenarnya hanya berarti membuka imajinasi dan menyisihkan akal sehat.

Cinta yang kita berikan adalah juga cinta yang kita simpan, yang selama ini masih terpendam. Rasa percaya membuat kita sanggup menumpahkan perasaan-perasaan dan rasa takut kita yang paling dalam kepada pasangan kita, sebab kita tahu semua curahan perasaan itu akan ditanggapi dengan rasa sayang dan peduli.

Satu Jam Saja

Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya, "Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?".


Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata, "Tidak, nak".

Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi,

"Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?"

Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya.

"Oh ayah, bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan?"

Ayahnya tertawa, "Mungkin tidak bisa juga, nak".

Harapan Yang Kosong

Pada suatu hari seseorang berkunjung ke rumah temannya yang bekerja sebagai petani. Ia telah lama tak saling berjumpa, ia melihat temannya itu tampak sangat menderita. Dengan penuh tanda tanya ia mulai mengajaknya bercakap-cakap.


“Sobat, apakah tahun ini hasil panenmu tak baik?”

“Aku tak mempunyai hasil panen sedikit pun,” jawab petani itu

“Oh, maaf. Tidakkah kau dapatkan hasil dari pohon-pohon kapasmu?” tanya temannya dengan hati penuh iba.

“Tidak, aku tidak menanam pohon kapas satupun, saya takut kalau kutu-kutu yang ada di benih kapas merusak pohon-pohon yang akan tumbuh”, jawab petani kembali.

“Dan bagaimana dengan gandummu?” tanyanya kembali.

“Aku tak menanam gandum juga, karena saya pikir tahun ini tidak akan turun hujan.”

“Kalau begitu kamu menanam kentang ?”

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...