Pages

Minggu, 07 November 2010

Sebuah kesuksesan materi haruskah melupakan hati nurani

Di sebuah desa terpencil, hidup seorang pemuda yang cerdas dan mempunyai semangat yang tinggi. Si pemuda tersebut tinggal bersama dengan ayahnya yang adalah seorang buruh tani harian dan dua orang adik perempuan yang masih kecil. Ibunya telah lama meninggal sejak melahirkan adik bungsunya.
Kehidupan keluarga pemuda itu sangat sederhana dan penghasilan ayahnya hanya cukup untuk makan sehari-hari mereka berempat. Melihat kondisi perekonomian keluarganya yang serba berkekurangan, si pemuda tersebut bertekad ingin mengubah kehidupannya dan keluarganya menjadi lebih baik. Dia berencana ingin sekolah sambil bekerja dikota besar, menuntut ilmu setinggi tingginya sehingga dia dapat memperbaiki taraf hidup keluarganya di desa.

Maka diputuskannya pada suatu hari, dengan berbekal sekedarnya, si pemuda pamit kepada ayahnya untuk pergi ke kota. ” Ayah, doakan saya agar berhasil kelak di kota, saya tidak bisa tinggal diam dengan kondisi kita sekarang ini dengan tetap tinggal di desa, saya harus merubah nasib saya dan juga keluarga kita ini?!”, ujar pemuda pada ayahnya. Walaupun dengan sangat berat hati, ayah si pemuda tersebut akhirnya merestui kepergian si pemuda tersebut.

Sabtu, 06 November 2010

Melahirkan pemimpin dan belajar dari para natural leaders

Kepemimpinan tim dilahirkan

Peradaban manusia telah mencatat cerita-cerita luar biasa tentang para pemimpin besar, entah dengan reputasinya yang baik ataupun yang buruk. Yang jelas pengaruh mereka pada dunia dan masyarakat sekitar mereka amatlah besar.


Napoleon Bonaparte, Adolf Hitler, Mohan Das Karamchand Gandhi, Martin Luther King, dan Nelson Mandela adalah nama2 yang sering disebut sebagai pemimpin besar. Kita di Indonesia pun juga punya banyak pemimpin besar; mulai pemimpin dalam pemerintahan negara, dalam urusan bisnis ataupun dalam urusan kemasyarakatan. Mereka semua telah menunjukkan kebesaran mereka dalam membawa gagasan perubahan dan membuat keputusan-keputusan yang mengubah kondisi lingkungan mereka secara signifikan.

Tapi mereka para pemimpin itu, mereka dilahirkan atau diciptakan?

Apakah orang-orang dengan sifat dan kapabilitas kepemimpinan itu ada karena bawaan lahir dan kemudian didistribusikan secara acak oleh Tuhan di muka bumi ini? Apakah kepemimpinan bisa ditanamkan dan dipelajari dalam pengondisian lingkungan tertentu?

Jumat, 05 November 2010

Aku Kangen Ayah

Tak ku lihat sang dewi di gelapnya malam

hanya ada bintang diujung langit

bertaburan menebarkan pesonanya

menggantikan sinar sang bulan

Malam kelam tak berujung

ku duduk di sudut teras

melukiskan seraut wajah kokoh

yang pernah hadir dalam perjalanan waktu ku

menjadi bintang dalam kehidupan ku


Sosok tegar keras mengarungi roda kehidupan

banting tulang siang dan malam

rapuh menjelang usia senja

telah tinggalkan ku bertahun-tahun silam


Malam ini sang dewi bulan bersembunyi

seolah ikut rasakan gelisah ku

rinduku padanya teramat lekat

hanya sebaris doa yang bisa kulantunkan

untuk meringankan perjalanan menuju keharibaanNya

Kamis, 04 November 2010

Perubahan

Setiap orang menolak perubahan, bahkan seorang pemimpin sekalipun. kecuali jika itu adalah ide mereka. Mengapa orang-orang menolak perubahan??


1. Orang menolak perubahan karena kerugian pribadi

Setiap kali perubahan tampak muncul, pertanyaan pertama yang muncul dalam pikiran orang adalah bagaimana perubahan itu akan mempengaruhi mereka. Misalnya seseorang mengatakan, “Saya baru mendengar bahwa atasan memecat beberapa orang hari ini.” Kita tidak mungkin berpikir, aku ingin tahu kondisi-kondisi pasar seperti apa yang menyebabkan keputusan seperti itu? atau, aku ingin tahu bagaimana hal ini akan mempengaruhi keuntungan atau kerugian perusahaan ini? Kita pasti berpikir, Apakah saya termasuk orang yang dipecat? Apa yang harus saya lakukan seandainya saya dipecat? Pada saat-saat menghadapi perubahan, kita tiba-tiba bisa merasa sendiri dan rapuh. Orang-orang optimistik berkata, “Tidak apa-apa. Perubahan ini adalah untuk sesuatu yang lebih baik.” Tetapi sebenarnya ada kerugian bahkan dalam perubahan-perubahan positif. Ralp Waldo Emerson berkata, “Untuk segala sesuatu yang Anda peroleh, Anda kehilangan sesuatu.”


2. Orang menolak perubahan karena rasa takut pada sesuatu yang tidak dikenal.

Orang sering menghindari perubahan karena mereka khawatir tentang sesuatu yang tidak dikenal. Apa yang tidak kita ketahui, itulah yang membuat kita takut. Orang sering bergantung pada apa yang mereka ketahui, bahkan jika mereka tidak puas dengannya. Ketakutan menahan mereka, tetapi satu-satunya cara untuk mengatasi ketakutan itu adalah keluar dan melakukan hal yang mereka takut lakukan. Segala sesuatu yang Anda kasihi sekarang, sebelumnya tidak Anda kenal. Jadi, jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru.

Belajar Mencintai Pekerjaan Sendiri

Banyak orang yang merasa tertekan dengan pekerjaannya. Melaksanakan pekerjaan kantor hanya sebagai rutinitas agar dapat memperoleh penghasilan semata. Saat jam kerja, selalu menunggu jam makan siang, jam pulang, hari libur, akhir pekan, atau tanggal gajian. Bila ini terjadi, waktu mungkin terasa lama dan Anda enggan untuk bekerja.

Bila Anda belum atau tidak bisa mendapatkan pekerjaan lain, Anda dapat berusaha untuk mencintai pekerjaan tersebut karena tentu akan lebih menyenangkan bila kita mengerjakan hal yang disukai. Tetapi, bagaimana agar Anda dapat menyukai pekerjaan yang membosankan itu?


Cara Mencintai Pekerjaan

“Love Your Job But Never Fall In Love With Your Company” ? sebuah pernyataan umum yang menganjurkan orang untuk mencintai pekerjaannya dan jangan mencintai perusahaan. Mengapa? Karena sewaktu-waktu bisa saja perusahaan menyingkirkan Anda kapan pun. Namun bagaimana cara mencintai pekerjaan Anda? Berikut ini beberapa tips menarik untuk mencintai pekerjaan Anda.

Rabu, 03 November 2010

Materi Bukanlah Segalanya

Kita sering mendengar ungkapan, "Manusia hendaknya jangan diperbudak oleh harta, tetapi harta itu harus digunakan demi kesejahteraan." Ungkapan ini memang sekarang cukup sulit untuk dilaksanakan. Bukan berarti orang sudah membuang ungkapan yang arif itu. Sebabnya tidak lain karena sukses di bidang materi akan menyeret tiap orang untuk mencari materi yang lebih banyak lagi. Sehingga materi yang sesungguhnya menjadi sarana untuk mencapai kesejahteraan akhirnya berubah menjadi tujuan utama.


Kalau hanya diukur dengan materi, maka banyak istri yang dipandang rendah karena tidak bisa memberikan prestasi materi. Oleh karena itu, ukuran seperti itu akan membuat ketidak-harmonisan dalam keluarga. Tetapi sebaliknya, sekarang banyak wanita-wanita karier yang berprestasi, dan tidak jarang banyak suami yang kadang-kadang menjadi minder. Itu pun kalau hanya diukur dari sudut pandang materi.

Kalau dahulu wanita hanya mengasuh anak dan mengurus dapur, sekarang wanita-wanita tidak jarang menjadi eksekutif, direktris, dan sebagainya. Sehingga tidak jarang suami-suami menjadi kecil nyalinya.

Demikian juga sebaliknya, wanita-wanita jangan mengukur suami mereka hanya dengan materi saja. Kalau istri sukses, istri tidak bisa mengatakan, "Sekarang saya yang mencari uang, sekarang saya yang menjadi tulang punggung rumah tangga. Jadi urusan membersihkan rumah menjadi urusanmu." Itulah kalau segala sesuatu hanya diukur dengan materi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...