Pada suatu hari seseorang berkunjung ke rumah temannya yang bekerja sebagai petani. Ia telah lama tak saling berjumpa, ia melihat temannya itu tampak sangat menderita. Dengan penuh tanda tanya ia mulai mengajaknya bercakap-cakap.
“Sobat, apakah tahun ini hasil panenmu tak baik?”
“Aku tak mempunyai hasil panen sedikit pun,” jawab petani itu
“Oh, maaf. Tidakkah kau dapatkan hasil dari pohon-pohon kapasmu?” tanya temannya dengan hati penuh iba.
“Tidak, aku tidak menanam pohon kapas satupun, saya takut kalau kutu-kutu yang ada di benih kapas merusak pohon-pohon yang akan tumbuh”, jawab petani kembali.
“Dan bagaimana dengan gandummu?” tanyanya kembali.
“Aku tak menanam gandum juga, karena saya pikir tahun ini tidak akan turun hujan.”
“Kalau begitu kamu menanam kentang ?”
Selasa, 02 Agustus 2011
Senin, 07 Maret 2011
Ciri-ciri Suami Dambaan Wanita
Dalam pernikahan yang telah berjalan dalam kurun waktu tertentu, terkadang seorang isteri melihat suaminya tidak seperti dahulu saat masih berpacaran atau baru menikah. Dan berikut ini beberapa ciri-ciri suami dambaan para wanita, atau yang sedang mencari suami idaman :
1. Setia Mendengar
Punya telinga tapi tak mendengar, kadang-kadang untuk mendengarkan itu susah. Tetapi seorang isteri akan lebih suka jika memiliki suami yang mau mendengar cerita atau keluhan atau obrolan dari sang isteri.
2. Menghargai
Semua manusia tentu ingin dihargai, termasuk juga isteri. Seorang suami yang selalu menghargai isteri baik dalam sikap maupun perkataan tentu akan selalu dirindukan oleh seorang isteri. Penghargaan yang diharapkan oleh isteri bukanlah mahal atau besar, awali dengan perbuatan-perbuatan kecil/sepele.
3. Tidak suka menyalahkan
Seorang isteri juga manusia yang tak luput dari kesalahan, ketika sang isteri berbuat kesalahan, sang suami sebaiknya menegur dengan sikap yang cerdas, tidak dengan kasar atau menyalahkan hingga keluar emosi yang berlebihan.
1. Setia Mendengar
Punya telinga tapi tak mendengar, kadang-kadang untuk mendengarkan itu susah. Tetapi seorang isteri akan lebih suka jika memiliki suami yang mau mendengar cerita atau keluhan atau obrolan dari sang isteri.
2. Menghargai
Semua manusia tentu ingin dihargai, termasuk juga isteri. Seorang suami yang selalu menghargai isteri baik dalam sikap maupun perkataan tentu akan selalu dirindukan oleh seorang isteri. Penghargaan yang diharapkan oleh isteri bukanlah mahal atau besar, awali dengan perbuatan-perbuatan kecil/sepele.
3. Tidak suka menyalahkan
Seorang isteri juga manusia yang tak luput dari kesalahan, ketika sang isteri berbuat kesalahan, sang suami sebaiknya menegur dengan sikap yang cerdas, tidak dengan kasar atau menyalahkan hingga keluar emosi yang berlebihan.
Arti dan Makna Sebuah Ciuman
Pernah memberikan atau mendapatkan ciuman bukan? Namun, sudah tepatkah jenis atau orangnya? Pastikan Anda mengenali beberapa macam ciuman berikut ini!
Ciuman di pipi
Sebagai bentuk kasih sayang, dukungan dan keterlibatan. Belum tentu sebagai ungkapan tanda suka. Bisa jadi hanya basa basi, dalam dunia entertainment dan fashion contohnya. Bukan hanya di dunia dan pekerja entertaiment pun kini sudah biasa melakukan cipika cipiki.
Ciuman di bibir
Menyiratkan gairah. Bisa sebagai ungkapan cinta yang disertai tindakan. Bila dilakukan pada tepat atau nyaris menyentuh bibir hanyalah sebagai sebuah persahabatan.
Ciuman pada telinga
Sebagai niatan gairah seksual dan kekuasaan. Mungkin hanya bermain-main.
Ciuman di pipi
Sebagai bentuk kasih sayang, dukungan dan keterlibatan. Belum tentu sebagai ungkapan tanda suka. Bisa jadi hanya basa basi, dalam dunia entertainment dan fashion contohnya. Bukan hanya di dunia dan pekerja entertaiment pun kini sudah biasa melakukan cipika cipiki.
Ciuman di bibir
Menyiratkan gairah. Bisa sebagai ungkapan cinta yang disertai tindakan. Bila dilakukan pada tepat atau nyaris menyentuh bibir hanyalah sebagai sebuah persahabatan.
Ciuman pada telinga
Sebagai niatan gairah seksual dan kekuasaan. Mungkin hanya bermain-main.
Kisah Sebuah Batu Kusam
Suatu ketika, seorang pengrajin batu berjalan di gunung yang sangat gersang dan melihat seonggok batu dengan warna coklat kusam yang telah diselimuti oleh lumut dan kenampakan luarnya relatif lapuk.
Kemudian dengan sekuat tenaga sang pengrajin tersebut mengayunkan godamnya mengenai batu hingga mendapatkan bongkahan batu sebesar kepala, dan mulai terlihat warna asli dari batu tersebut adalah putih.
Dibawa batu itu pulang ke rumahnya, dipotongnya dengan menggunakan gerinda (alat pemotong batu), hingga percikan api hasil gesekan dengan batu itu sesekali terlihat. Dihaluskannya permukaan yang kasar dari batu tersebut dan dipoles.
Siang dan malam, ia berusaha membuat sebentuk batu penghias cincin, dari warna batu yang putih dan kasar, berangsur-angsur menjadi putih, mengkilap dan licin. Pengrajin tersebut tahu betul kesempurnaan bentuk sebuah batu penghias cincin, akhirnya terciptalah sebuah batu yang bernilai.
Kemudian dengan sekuat tenaga sang pengrajin tersebut mengayunkan godamnya mengenai batu hingga mendapatkan bongkahan batu sebesar kepala, dan mulai terlihat warna asli dari batu tersebut adalah putih.
Dibawa batu itu pulang ke rumahnya, dipotongnya dengan menggunakan gerinda (alat pemotong batu), hingga percikan api hasil gesekan dengan batu itu sesekali terlihat. Dihaluskannya permukaan yang kasar dari batu tersebut dan dipoles.
Siang dan malam, ia berusaha membuat sebentuk batu penghias cincin, dari warna batu yang putih dan kasar, berangsur-angsur menjadi putih, mengkilap dan licin. Pengrajin tersebut tahu betul kesempurnaan bentuk sebuah batu penghias cincin, akhirnya terciptalah sebuah batu yang bernilai.
Jumat, 11 Februari 2011
Jenazah Korban Gempa Dibonceng Suaminya Pulang
Menurut laporan "Chongqing Morning Post", Wu Jiafang seorang pria berumur 45 tahun yang beruntung selamat dalam gempa Shichuan, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada istrinya, ia memakaikan pakaian bersih ke tubuhnya, dia mengikat istrinya dengan tali di belakang sepeda motor dan memboncengnya pulang ke rumah. Adegan ini mengharukan banyak orang, dia disebut sebagai "Suami yang paling berperasaan dalam gempa."
Wu Jiafang menggendong istrinya pulang
Menahan Air Mata Membonceng Jenazah Istri Pulang Ke Rumah Saat gempa bumi pada 12 Mei 2008 mengguncang Wenchuan, Wu Jiafang menemukan jenazah sang isteri, Shi Huaqing di belakang reruntuhan restoran tempatnya bekerja, ia menangis semalaman.
Hari ke tiga Wu Jiafang menggunakan tali kain merah mengikatnya bersama, dia naik sepeda motor, dengan perlahan dia bonceng jenazah isterinya ke rumah yang berjarak empat kilometer, "Saya tidak berani menangis karena takut mata kabur nanti terjadi kecelakaan, sehingga ia akan menderita lagi."
Wu Jiafang menguburkan istrinya di samping rumah, dia kemudian membuat tenda menemani istrinya yang sudah meninggal, dalam 100 hari masa berkabung itu ia hanya makan satu kali sehari, karena tidak selera makan, dia jadi kurus dan lusuh.
Wu Jiafang menggendong istrinya pulang
Menahan Air Mata Membonceng Jenazah Istri Pulang Ke Rumah Saat gempa bumi pada 12 Mei 2008 mengguncang Wenchuan, Wu Jiafang menemukan jenazah sang isteri, Shi Huaqing di belakang reruntuhan restoran tempatnya bekerja, ia menangis semalaman.
Hari ke tiga Wu Jiafang menggunakan tali kain merah mengikatnya bersama, dia naik sepeda motor, dengan perlahan dia bonceng jenazah isterinya ke rumah yang berjarak empat kilometer, "Saya tidak berani menangis karena takut mata kabur nanti terjadi kecelakaan, sehingga ia akan menderita lagi."
Wu Jiafang menguburkan istrinya di samping rumah, dia kemudian membuat tenda menemani istrinya yang sudah meninggal, dalam 100 hari masa berkabung itu ia hanya makan satu kali sehari, karena tidak selera makan, dia jadi kurus dan lusuh.
Senin, 03 Januari 2011
Hidup Hanya Sebuah Perjalanan
Dulu, ada seorang Kaisar yang mengatakan pada salah seorang penunggang kudanya, jika dia bisa naik kuda dan menjelajahi daerah seluas apapun, Kaisar akan memberikan kepadanya daerah seluas yang bisa dijelajahinya.
Kontan si penunggang kuda itu melompat ke punggung kudanya dan melesat secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin. Dia melaju dan terus melaju, melecuti kudanya untuk lari secepat mungkin.
Ketika lapar dan letih, dia tidak berhenti karena dia ingin menguasai dataran seluas mungkin. Akhirnya, sampailah dia pada suatu tempat di mana cukup luas daerah telah berhasil dijelajahinya, dan dia menjadi begitu kelelahan dan hampir mati.
Lalu dia berkata terhadap dirinya sendiri, "Mengapa aku memaksa diri begitu keras untuk menguasai daerah yang begitu luas? Sekarang aku sudah sekarat, dan aku hanya butuh tempat yang begitu kecil untuk menguburkan diriku sendiri."
Kontan si penunggang kuda itu melompat ke punggung kudanya dan melesat secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin. Dia melaju dan terus melaju, melecuti kudanya untuk lari secepat mungkin.
Ketika lapar dan letih, dia tidak berhenti karena dia ingin menguasai dataran seluas mungkin. Akhirnya, sampailah dia pada suatu tempat di mana cukup luas daerah telah berhasil dijelajahinya, dan dia menjadi begitu kelelahan dan hampir mati.
Lalu dia berkata terhadap dirinya sendiri, "Mengapa aku memaksa diri begitu keras untuk menguasai daerah yang begitu luas? Sekarang aku sudah sekarat, dan aku hanya butuh tempat yang begitu kecil untuk menguburkan diriku sendiri."
Langganan:
Postingan (Atom)





